Kata ini tidak pernah habis-habisnya dibahas. Kata
ini selalu menjadi bahan pembicaraan dalam dunia pengembangan diri:
MOTIVASI. Motivasi adalah salah satu faktor yang ingin sekali dimiliki
oleh semua orang yang mau meraih impian, cita-cita, tujuan atau target apa pun.
Semakin besar impian yang ingin diraih, semakin besar pula motivasi yang
dibutuhkan. Semua orang juga tahu itu. Untuk itulah semua orang berlomba-lomba
untuk mengetahui segala sesuatu yang berhubungan dengan motivasi.
Tapi
banyak orang yang selalu mengeluhkan motivasi yang tidak bertahan lama. Mereka
mengeluh bahwa motivasi yang dimiliki hanya cukup untuk beberapa hari saja,
selanjutnya mereka menjadi tidak bersemangat dan loyo. Di satu hari mereka
begitu bersemangat seolah dunia ini bisa ditaklukkan dengan mantap. Tapi di
waktu berikutnya, semangat yang tadinya membara hilang begitu saja karena
faktor tertentu.
Naik turunnya motivasi terjadi begitu saja tanpa bisa dikendalikan. Banyak orang ingin sekali punya motivasi yang senantiasa di puncak. Mereka tidak pernah mau sedetik pun merasa loyo. Tapi itu adalah keinginan yang 100% tidak mungkin.
Harga
emas, saham, minyak dan kurs mata uang asing selalu naik turun setiap saat.
Tidak mungkin stabil. Begitu pula dengan motivasi, kadang kita merasa semangat,
kadang kala kita merasa tidak bersemangat. Itu adalah hal biasa. Coba lihat
grafik aktivitas otak yang dipasang pada pasien yang kritis. Alat tersebut
dinamakan Elektroenselofalograf (EEG) yang merekam aktivitas otak. Kalau Anda
melihat grafik naik turun dengan suara tin…tin…tin, berarti pasien masih hidup.
Tapi kalau grafiknya lurus dengan suara tiiiiiinnnnn panjang, berarti sudah tak
bernyawa. Jadi, selagi kita masih hidup, naik turun itu adalah hal biasa.
Yang terpenting adalah kita harus tahu bagaimana caranya memotivasi diri selagi kita tidak bersemangat. Mengapa orang yang gagal bisa bangkit lagi? Jelas karena mereka mampu memotivasi dirinya untuk bangkit dan mencoba sekali lagi. Orang yang menyerah adalah orang yang tidak mampu lagi memotivasi dirinya untuk bangkit. Orang yang tidak punya motivasi cepat atau lambat pasti akan menyerah.
Saya
yakin setiap orang pasti punya motivasi. Ketika kita sedang mengalami kondisi
tidak bersemangat atau loyo, kita punya dua pilihan.
Pilihan pertama adalah kita tetap terpuruk dalam kondisi down. Pilihan kedua adalah memutuskan untuk bangkit kembali dengan cara menyalakan kembali motivasi yang hilang. Masalah terbesar yang sering kita hadapi adalah kita lebih suka memilih yang pertama karena itu pilihan mudah dan kita tidak tahu caranya memotivasi diri sendiri. Selain itu kita juga tidak tahu bagaimana caranya memiliki motivasi yang bertahan lama.
Untuk
memiliki motivasi yang bertahan lama, Anda harus bisa memotivasi diri sendiri
di saat Anda sedang down. Itulah rahasia memiliki motivasi yang tahan
lama. Orang yang sukses bukannya manusia super yang tidak pernah down.
Mereka sering down, tapi tidak berlarut-larut di dalamnya. Mereka segera
bangkit dengan suntikan motivasi yang jauh lebih besar.
Orang gagal melakukan sebaliknya, mereka malah makin terpuruk ke dalam jurang kondisi down. Akibatnya mereka tidak mampu bangkit lagi dan menyerah kalah, dan akhirnya game over.
Lalu
bagaimana caranya memiliki motivasi yang bertahan lama? Saya akan beberkan secara
ringkas. Ada tiga tahap untuk memotivasi diri sendiri. Ini adalah
rahasia motivasi secara ilmiah. Jadi semuanya bisa dijelaskan dengan bukti.
Tahap pertama adalah membangkitkan motivasi. Ini bisa dilakukan dengan cara mengelola energi dan emosi Anda. Tahap kedua adalah menyalurkan motivasi itu ke dalam bentuk tindakan. Motivasi yang tidak diubah menjadi tindakan akan menjadi motivasi kosong. Ini sering dialami oleh mereka yang hanya bersemangat, tapi tidak menghasilkan apa pun. Tahap ketiga adalah mempertahankan motivasi itu agar tidak cepat padam.
Jika
Anda mampu melakukan ketiga tahap tadi, Anda sudah bisa memotivasi diri sendiri
tanpa faktor luar apa pun karena pada dasarnya motivasi itu sudah ada di dalam,
hanya perlu dinyalakan dan dibangkitkan.
0 comments :
Posting Komentar